Ching’er & Xulan

Beijing, masa akhir Dinasti Qing.

Tangan mungil gadis kecil itu digandeng seorang bibi paruh baya. Keduanya berjalan mengitari lorong-lorong yang panjang, koridor-koridor berliku serta taman-taman buatan. Rumah itu terasa begitu besar bagi si gadis kecil. Bila dibandingkan dengan rumahnya yang hanya terdiri dari satu ruangan di desa, rumah ini bak istana. Si gadis kecil dan bibi paruh baya melangkahi sebuah palang kayu dan masuklah mereka ke kamar tidur yang besar dan mewah.

“Nyonya, aku telah membawanya,” kata si bibi.

Gadis kecil agak ketakutan. Dia tak berani mengangkat kepala melihat wanita di depannya. Samar-samar didengarnya bunyi korek api menyala. Disusul suara desahan napas lega.

Baca entri selengkapnya »

Tanggapan (2)

Lilian dan Pelajaran Memasak (Part 2)

“Apa itu?”

Aku kaget melihat Fandi berjalan masuk dapur sambil memikul sesuatu. Dia menjatuhkan barang yang dipikulnya di lantai samping kulkas, kira-kira dua meter dari tempatku berdiri. Tiga sisir pisang raja yang ranum. Aku sampai kaget melihat bentuknya yang besar-besar.

Baca entri selengkapnya »

Tanggapan (2)

Lilian dan Pelajaran Memasak

Kantung plastik hitam yang kubawa ternyata berat juga.

Maklum, isinya rupa-rupa belanjaanku sore itu. Sebotol saus tiram seberat tujuh koma tujuh ons. Sebotol kecap manis ukuran enam ratus dua puluh milliliter. Sekilo baso sapi. Setengah kilo cumi beku yang sudah dibersihkan. Juga ada beberapa bungkus tepung bumbu.

Baca entri selengkapnya »

Tanggapan (1)

Dialog Dengan Pi

“Saya sudah selesai membaca buku Anda, Mr. Patel.”

Lelaki awal lima puluhan itu mendekati meja pendek tempat peralatan minum tehnya berada.

Life Of Pi?” katanya seraya mengangkat teko perak. “Menurutmu buku itu bagus, bukan? Yann Martel memang penulis hebat.”

Baca entri selengkapnya »

Tanggapan (1)

Yin Li Zai Wo De Jia

Yin Li Zai Wo De Jia.

Imlek di rumahku.

Bagi keluargaku, menyambut Imlek tidak dimulai dari tujuh hari sebelum perayaan tersebut tiba.

Mama bukan tipe ibu rumah tangga yang gemar melakukan banyak hal dalam tempo bersamaan. “Kalau kalian bisa merasa letih usai bekerja seharian, saya pun demikian,” katanya. “Mana mungkin kita bisa bersih-bersih, mengganti gorden, menggantung hiasan, pergi belanja hingga urusan masak-memasak dikerjakan hanya dalam waktu satu-dua hari?”

Baca entri selengkapnya »

Tanggapan (2)

“Sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari, kadang-kadang bahkan dalam sehari, bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang.”

- Khaled Hosseini dalam The Kite Runner

Tinggalkan sebuah Komentar

(Kembali) Ke Bali-Sebuah Catatan Perjalanan (lagi)

dsci02082Tanjung Banoa-Bali, 26 November 2008

Dibanding bulan-bulan lalu, frekuensi online internet saya untuk bulan ini jauh lebih sedikit. November ini bisa dibilang bulan yang padat kegiatan. Saya hanya online seperlunya di kantor. Sepulang di rumah tidak lagi.

Baca entri selengkapnya »

Tanggapan (8)

Pikiran

Tanyakan padaku, apa yang menguasai dunia di jaman purbakala?

Dinosaurus? Es?

Jabanku adalah pikiran.

Baca entri selengkapnya »

Tanggapan (6)

The Survive Religion

PATUNG Buddha Bamiyan bisa saja diledakkan Taliban. Stupa dan pilar-pilar Asoka boleh hancur atau hilang. Dan situs vihara-vihara kuno mungkin masih terkubur bermeter-meter di dalam tanah negeri Jambudipa. Akan tetapi Buddhisme tetap ada. Dia ibarat nadi yang berdenyut secara kontinu. Belum terputuskan. Belum bisa dihilangkan dari muka bumi.

Baca entri selengkapnya »

Tanggapan (3)

A Thousand Splendid Suns

KEMANA PERGINYA penulis sekaligus pemilik blog ini? Sudah hampir sebulan tidak ada tulisan baru di situsnya. Jangan-jangan, dia tidak pernah lagi masuk ke situs ini untuk sekedar mencek komentar~atau yang lebih parah, dia sudah lupa kalau dia memiliki blog. Baca entri selengkapnya »

Tanggapan (7)

Tulisan yang Lebih Tua »