TAK ADA SALAHNYA UNTUK MENCOBA

Paul Potts,dalam album perdananya,One Chance

NAMANYA PAUL POTTS.Dia merupakan salah satu pemenang Britain Got’s Talent, sebuah acara pencarian bakat serupa American Idol, yang diselenggarakan di Inggris.

Sehari-harinya,Potts adalah pegawai di sebuah gerai ponsel.Dia tipe pria pemalu,pernah menjadi korban bullying dan dari penampilan fisiknya tak ada yang bisa dibanggakan.Namun diam-diam,Potts memiliki sebuah bakat tersembunyi.Setiap malam sepulang dari bekerja,Potts mengasah bakatnya.Bakat istimewa itu adalah bernyanyi.Lagunya pun bukan lagu sembarangan. Potts ternyata bisa menyanyikan lagu seriosa dalam bahasa Italia!

Dan pada malam itu,Potts mampu menyihir ratusan penonton yang tengah duduk di depan panggungnya.Tiga orang juri acara tersebut dibuatnya terpukau.Bahkan Simon Cowell (yang juga menjadi juri di ajang American Idol),yang terkenal dengan kritik-kritik sakratisnya,tak mampu memberi komentar jelek sedikit pun terhadap Potts.

Tidak berhenti sampai di situ,penampilan Potts pada malam itu membius jutaan pemirsa Inggris yang menyaksikannya lewat televisi,begitu pula dengan jutaan pasang mata yang menyaksikannya via Youtube.

Kini,Potts telah menjadi salah salah satu selebritis dunia.Usai penampilannya di Britains Got’s Talent,Simon Cowell mengontraknya untuk membuat albumnya yang pertama. Hingga saat ini,album Potts telah laku jutaan kopi.Dia bernyanyi hingga melintasi benua dan lautan,memiliki sekumpulan fans serta telah terjamin secara financial.

Dan pada hari Minggu,11 Mei 2008 kemarin,pertama kali aku mengenalnya.Dia menangis…Ya,dia menangis…usai bernyanyi di hadapan ratusan penonton pada acara Oprah Winfrey Show.

AKU TERKESIMA ketika membaca kalimat demi kalimat profil tentang Paul Potts.

“Dia bernyanyi seolah dia telah terlahir kembali,”demikian kata Oprah.Mungkin ini agak berlebihan.Tapi,coba Anda dengarkan sendiri suaranya.Alamaaak,bagi diriku saja yang bukan seorang penggemar seriosa dan tidak mengerti bahasa Italia,dia tetap sebagus Andrea Bocelli.

Perjuangan Potts untuk sampai seperti sekarang tidak bisa dibilang mudah.Seperti yang telah saya tulis di atas,tampangnya tidak punya nilai jual lebih jika dia terjun di dunia bisnis hiburan.Potts pada awalnya juga merasa rendah diri.Berbagai pergulatan muncul dalam pikirannya sebelum dia memutuskan untuk ikut seperti,usia yang sudah terlampau tua dan sifat rendah dirinya.Namun istrunya yang baik hati senaniasa mendorongnya serta memberi semangat.”Ikutlah,”katanya.”Tidak ada salahnya untuk mencoba…”

‘Tidak ada salahnya untuk mencoba’ itu telah menjadi kenyataan.Seandainya untuk mencoba pun Potts tak mau,sampai hari ini pun dia masih dikenal orang ebagai Potts,si pegawai gerai ponsel.

BEGINILAH AKU pada malam usai hari kerja seperti ini.Sekujur tubuh lelah dan kepala terantuk-antuk.Rasanya tak ada yang lebih nikmat daripada berbaring dan tertidur pulas untuk melepas lelah.

Namun ada sesuatu yang menggairahkan akan timbul manakala aku duduk di sebuah tempat yang kusebut ‘surga rumahku’.Wilayah ini terletak di lantai dua rumahku.Luasnya tidak lebih dari 2×3 meter.Pada sudut tempat ini menjulang sebuah lemari fernika biru laut.Dan di sanalah berjejal buku-buku koleksiku,berdampingan dengan rak-rak berisi perangkat stereo dan televisi,serta komputer.

Pada saat suasana hatiku sedang senang dan Mama tengah tidak berada di rumah, biasanya aku membunyikan musik keras-keras hingga mampu menggetarkan rumah dari perangkat stereonya.Tapi aku lebih banyak menghabiskan waktu membaca di sini.Terlebih pada malam hari saat anggota keluarga yang lain berkumpul di lantai satu dan menyaksikan tayangan sinetron yang menurutku cerita-ceritanya memuakkan.Jika aku sudah bosan membaca,aku menggambar.Dan jika aku bosan kedua-duanya,aku menulis.

Bisa dibilang,menulis inilah yang benar-benar menggairahkan aku.Sekalipun telah melalui hari yang berat,dan semula berpikir,”Aku pasti tak sanggup menulis apa-apa lagi malam nanti!”Tapi toh ketika aku memegang pena dan menatap halaman buku yang kosong,isi kepalaku dengan sendirinya berputar mencari topik lalu mulailah tanganku bergerak untuk menulis.

“Menulis baik buat perkembangan psikologisku,”pikirku suatu ketika.Dan kurasa itu benar.Seharian,menghadapi serentetan pelanggan yang minta dilayani sebagai tamu spesial dan anggota keluarga lain yang menuntut ini-itu,membuatku mendambakan privasi.Dan itu bisa kuperoleh lewat menulis.Ada banyak hal yang tak bisa kuungkapkan di hadapan orang banyak: kemarahan,kesedihan,kegembiraan bisa kutuangkan dalam tulisanku dan inilah tujuannya aku membuat blog ini.

Banyak orang mengenalku sebagai sales marketing.Mungkin di benak mereka,aku tahunya cuma menghitung untung dan rugi serta terus-menerus mengejar target penjualan.Namun tidak pernah terpikir oleh mereka, terkadang aku ingin invisible dari semua orang dan switch-berganti menjadi orang lain. Aku ingin melakukan hal-hal yang berbeda dari biasanya,hal-hal yang kusukai,yang membuatku begitu bersemangat seperti seolah-olah terlahir kembali.

Tidak seperti Paul Potts,keluarga terdekatku tak ada yang mendukung bakat-bakatku ini.Tapi kali ini aku tak perlu berhenti hanya karena mereka mencibir,atau aku yang mencemaskan diriku sendiri dengan dalih terlalu sibuk,terlalu tua atau terlalu ini dan itu dalam mengerjakan suatu hal yang amat kusukai.”Tak ada salahnya untuk mencoba…”

Bukan begitu?

& Komentar »

  1. Dav berkata

    Benar segala sesuatu itu harus berani mencoba,tanpa mencoba berarti kita kalah sebelum berperang “kasihandeh ” mereka yg tidak pernah berani Mencoba

  2. Dav berkata

    ” Pemenang Bukanlah Mereka yang tidak pernah gagal Melainkan Mereka yang tidak pernah Berhenti Mencoba “

  3. yanti berkata

    Dear lina

    Saya rasa cukup bagus, tapi tidak ada salahnya jika km ceritakan dirimu sendiri, kalau dilihat kamu tuh ingin kisahkan dan contohkan orang lain yg belum tentu bisa di capai oleh kita

    Jadi jgn menyerah ya, buat lagi yg lainnya, agar kamu bisa tuangkan bakat kamu :)
    Sukses selalu

    Salam hangat
    Yanti

  4. nikea berkata

    Abolutely right..!!!
    untuk mencoba, sepertinya kita harus kembali belajar dari bayi umur 9 bulanan, biar jatoh bangun pantat biru2, dia g pernah nyerah untuk mencoba berdiri sendiri sampai akhirnya berjalan dan sanggup berlari…
    Kenapa kita yang jauh lebih dewasa kehilangan semangat itu… ???!!!

  5. hasanuddin berkata

    mengerjakan sesuatu atas dasar “suka” dan membuat kita nyaman, keberhasilan itu hanya masalah waktu, tekad, dan kesabaran… Go!… Go!… Go!…

  6. hasanuddin berkata

    fur nikea: permasalahannya, saat kita dewasa, alam pikiran dan nafsu kita juga berperan, sedangkan bayi, tidak atau belum menggunakan alam pikirnya dan nafsunya.

    Nafsu itu yang membuat kita kadang jatuh bangun… tapi disatu sisi, nafsu tidak bisa dihilangkan sama sekali sepanjang kita hidup, yang dapat kita lakukan hanya “menumpulkan” dengan mengendalian dan mengarahkan. Gimana caranya? Saya masih terlalu muda untuk menjawabnya? :)

  7. djemmy berkata

    go ahead Lina, Cia Yo, i just got suprise when i saw ur writing, so i thought u might have “writing talent”.

  8. yenny berkata

    wei, salut eh sama km..
    karena km bisa atur waktumu mpe ada tersisa waktu untuk menyalurkan hobimu..
    cause sometimes many people like to say like this “i don’t have enough time to do my hobby”.
    sy salah satunya :p
    btw, hobi bisa dipupuk buat nyari duit lho..
    bikin novel aja, nti sa jadi penggemar pertama mu :-)

Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini · URI Lacak Balik

Tinggalkan sebuah Komentar