PATUNG Buddha Bamiyan bisa saja diledakkan Taliban. Stupa dan pilar-pilar Asoka boleh hancur atau hilang. Dan situs vihara-vihara kuno mungkin masih terkubur bermeter-meter di dalam tanah negeri Jambudipa. Akan tetapi Buddhisme tetap ada. Dia ibarat nadi yang berdenyut secara kontinu. Belum terputuskan. Belum bisa dihilangkan dari muka bumi.
Sang Buddha pernah berkata pada Ananda, salah seorang murid terdekat Beliau bahwa usia ajaran yang dibabarkannya akan bertahan selama 5000 tahun. Tahun 2008 ini sama dengan tahun 2552 BE (Buddhist Era). Itu artinya, agama Buddha masih ada sampai 2448 tahun ke depan. 20 abad~2 millenium lagi.
Apa yang telah diberikan siswa Sang Bhagava terhadap dunia setelah mendapatkan dhamma? Sayang sekali masih sedikit orang yang bisa mengaplikasikannya. Contohlah Khanti Paramam Tapo Titikha~kesabaran merupakan kebijaksanaan yang paling tinggi. Akan tetapi dalam prakteknya, masih banyak yang membiarkan dirinya dikuasai nafsu menjadi marah dan sedih. Saya pun termasuk masih demikian.
Bhikkhu Yang Ariya Nagasena pernah berkata kepada Raja Menander I dari Yunani, “ Seorang umat seharusnya menjaga agamanya jika agama tersebut sudah mulai memudar.” Dan saya yang umat awam ini berusaha menjalankan saran YA. Nagasena. Minggu lalu saya menggunakan waktu lima hari untuk menulis kegiatan Festival Seni Budaya Buddhist 2008 yang diadakan di Mall GTC Tanjung Bunga Makassar. Selama menulis itu saya seakan memperoleh pencerahan dan semakin mengagumi Buddhisme. Saya tidak melihatnya sebagai sarana puja yang dipenuhi rupang, dupa, bunga ataupun lilin. Tapi lebih kepada bahwa agama ini mengajarkan kebenaran-dhamma. Ya, Kebenaran.
Dalam Kalama Sutta Sang Buddha pernah bersabda, “ Adalah suatu hal yang wajar untuk menjadi ragu pada hal-hal yang meragukan. Marilah kaum Kalama, jangan percaya pada apapun hanya berdasarkan: wahyu atau pemaparan, tradisi turun-temurun, kabar angin, hal yang sesuai kitab suci,logika, sekilas tampak benar, alas an masuk akal,dukungan teori-teori, pikiran orang yang sangat dihormati. Kaum Kalama, bila kamu sendiri tahu bahwa sesuatu itu buruk, tidak pantas dilakukan, tercela dan dikecam para bijaksana, bila hal-hal ini dilakukan dan diupayakan menuju kemunduran batin serta penderitaan, maka tinggalkanlah hal itu.”
***
Buddhisme tak memelakkan diri. Seperti keyakinan lainnya, dia terbagi dalam berbagai sekte. Mahayana di Asia Timur, dengan Zen-nya yang penuh logika kharismatik. Tantrayana memuja Tisarana dari balik atap-atap dunia di Himalaya. Dan Theravada yang diturunkan dari sesepuh-sesepuh ke generasi selanjutnya, malaksanakan samadi, sila dan panna di berbagai tempat di Srilangka dan Asia Tenggara. Apakah mereka pernah berseteru? Apakah karena berbeda aliran umat Mahayana dan Theravada tidak peduli kepada Dalai Lama yang menganut Tantrayana ketika mengasingkan diri dari negaranya, Tibet?
Pada dasarnya Buddhisme tidak neko-neko. Salah satu hal yang bisa membuat kita tahu adalah lewat doa-doanya. Simak saja salah satu di antaranya. Seperti Chant Of Metta ~ chanting cinta-kasih di bawah ini.
Aham avero homi
May I be free from enmity and danger
Abyapajjho homi
May I be free from mental suffering
Anigho homi
May I be free from physical suffering
Sukhi attanam pariharami
May Itake care of my self happily
Mama matapitu
May my parents
Acariya ca natimitta ca
Teachers, relatives and friends
Sabrahma carino ca
Fellows dhammafares
Avera hontu
Be free from enmity and danger
Abyapajjha hontu
Be free from mental suffering
Anigha hontu
Be free from physical suffering
Sukhi attanam pariharantu
May they take care of them selves happily
Imasmim arame sabbe yogino
May all yogies in this compound
Avera hontu
Be free from enmity and danger
Abyapajjha hontu
Be free from mental suffering
Anigha hontu
Be free from physical suffering
Sukhi attanam pariharantu
May they take care of them selves happily
Imasmim arame sabbe bhikkhu
May all monks in this compound
Samanera ca
Novice monks
Upasaka upasika yo ca
Laymen and laywomen disciples
Avera hontu
Be free from enmity and danger
Abyapajjha hontu
Be free from mental suffering
Anigha hontu
Be free from physical suffering
Sukhi attanam pariharantu
May they take care of them selves happily
Amhakam catupaccaya dayaka
May our donors of the four supports (clothing, food, medicine and lodging)
Avera hontu
Be free from enmity and danger
Abyapajjha hontu
Be free from mental suffering
Anigha hontu
Be free from physical suffering
Sukhi attanam pariharantu
May they take care of them selves happily
Amhakam arakkha devata
May our guardian devas
Imasmim vihare
In this monastery
Imasmim avase
In this dwelling
Imasmim arame
In this compound
Arakkha devata
May the guardian devas
Avera hontu
Be free from enmity and danger
Abyapajjha hontu
Be free from mental suffering
Anigha hontu
Be free from physical suffering
Sukhi attanam pariharantu
May they take care of them selves happily
Sabbe satta
May all beings
Sabbe pana
All breathing things
Sabbe bhutta
All creatures
Sabbe puggala
All individuals
Sabbe attabhava pariyapanna
All personalities
Sabbe itthoyo
May all females
Sabbe purisa
All males
Sabbe ariya
All noble one ( saint )
Sabbe anariya
All worldlings
Sabbe deva
All deities
Sabbe manussa
All humans
Sabbe vinipatika
All those in the foue woeful planes
Avera hontu
Be free from enmity and danger
Abyapajjha hontu
Be free from mental suffering
Anigha hontu
Be free from physical suffering
Sukhi attanam pariharantu
May they take care of them selves happily
Dukkha muccantu
May all beings be free from suffering
Yattha laddha sampatito mavigacchantu
May whatever they have gained not be lost
Kammasaka
All beings are owners of their own kamma
Purathimaya disaya
In the eastern direction
Pacchimaya disaya
In the western direction
Uttaraya disaya
In the northtern direction
Dakkhinaya disaya
In the southern direction
Purathimaya anudisaya
In the south east direction
Pacchimaya anudisaya
In the northwest direction
Dakkhinaya anudisaya
In the south west direction
Hetthimaya disaya
In the direction below
Uparimaya disaya
In the direction above
Sabbe satta
May all beings
Sabbe pana
All breathing things
Sabbe bhutta
All creatures
Sabbe puggala
All individuals
Sabbe attabhava pariyapanna
All personalities
Sabbe itthoyo
May all females
Sabbe purisa
All males
Sabbe ariya
All noble one ( saint )
Sabbe anariya
All worldlings
Sabbe deva
All deities
Sabbe manussa
All humans
Sabbe vinipatika
All those in the foue woeful planes
Avera hontu
Be free from enmity and danger
Abyapajjha hontu
Be free from mental suffering
Anigha hontu
Be free from physical suffering
Sukhi attanam pariharantu
May they take care of them selves happily
Dukkha muccantu
May all beings be free from suffering
Yattha laddha sampatito mavigacchantu
May whatever they have gained not be lost
Kammasaka
All beings are owners of their own kamma
Uddham yava bhagava ca
As far as the highest plane of existence
Adho yava aviccito
To as far down as the lowest plane
Samanta cakkavalesu
In the entire of universe
Ye satta patthavicara
Whatever beings that move on earth
Abyapajjha nivera ca
May they be free from mental suffering and enmity
Nidukkha ca nupaddava
And from physical suffering and danger
Uddham yava bhagava ca
As far as the highest plane of existence
Adho yava aviccito
To as far down as the lowest plane
Samanta cakkavalesu
In the entire of universe
Ye satta udakecara
Whatever beings that move on water
Abyapajjha nivera ca
May they be free from mental suffering and enmity
Nidukkha ca nupaddava
And from physical suffering and danger
Uddham yava bhagava ca
As far as the highest plane of existence
Adho yava aviccito
To as far down as the lowest plane
Samanta cakkavalesu
In the entire of universe
Ye satta akasecara
Whatever beings that move in air
Abyapajjha nivera ca
May they be free from mental suffering and enmity
Nidukkha ca nupaddava
And from physical suffering and danger



nikea berkata
hm… itu foto dimana ya… kayaknya g ada di keterangan fotonya…
trus rambutnya kurang pendek…. hehehehe…
Jafar berkata
sorry baru liat1 lagi blognya Mba Lina. saya jarang di Mks
Hasan berkata
Duuuh Cantiknya Mba Lina