Juli 20, 2008 pada 11:08 am
· Disimpan dalam BAHASA HATIKU
INILAH Film yang sudah lama saya tunggu kemunculannya sejak berita rilisnya dihembuskan tiga tahun lalu. Red Cliff atau Chi Bi dalam bahasa Mandarin, adalah nama sebuah tebing di daerah sungai Yangtze, tempat bertempurnya ratusan ribu prajurit pada periode akhir Dinasti Han ( 220 M ) dan menjadi cikal-bakal terbentuknya Tiga Kerajaan di China.

Baca entri selengkapnya »
Permalink
Juli 19, 2008 pada 2:43 pm
· Disimpan dalam PERJALANAN
Sabtu 5 Juli 2008. Dini hari jam 00.30, saya tiba kembali di Makassar. Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GIA 612 dari Jakarta mendarat mulus di bandara Hasanuddin-Mandai. Hawa dingin tengah malam menusuk tengkuk. Saya lelah~capek setelah menunggu hampir enam jam di bandara Soekarno-Hatta. Emosi saya nyaris meledak ketika sudah menunggu selama lima belas menit di ruang pengambilan bagasi tapi tas saya masih juga tidak kelihatan. Ketika muncul, seorang petugas malah mengangkatnya ke troli milik orang lain.
Baca entri selengkapnya »
Permalink
Juli 19, 2008 pada 11:09 am
· Disimpan dalam PERJALANAN

Suasana Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu, 02 Juli 2008, pukul 08.30.
Selama tiga hari ( 02-04 Juli ) saya mengikuti training ACER di Bandung.
Baca entri selengkapnya »
Permalink
Juli 15, 2008 pada 1:38 pm
· Disimpan dalam BAHASA HATIKU
Pelatihan menulis di Ininnawa sudah berakhir pada hari Kamis, 10 Juli 2008. Pada hari terakhir, Ibu Lily dari Panyingkul membagikan sebuah amplop bening yang bertuliskan nama masing-masing peserta, termasuk Mas Andreas dan dirinya sendiri. Kami diminta menulis kesan-kesan terhadap masing-masing peserta pelatihan.
Baca entri selengkapnya »
Permalink
Juli 9, 2008 pada 9:46 am
· Disimpan dalam BAHASA HATIKU
Peserta menulis Panyingkul sore kemarin kembali diberi PR. Kali ini diminta untuk menulis monolog atau dialog. Awalnya saya bingung gaya apa yang akan saya pilih. Tapi kemudian saya mantap memilih format dialog.
Gaya penulisan saya yang kedua ini sedikit berbeda dari yang kemarin. Kali ini saya betul-betul memperhatikan saran Mas Andreas yang meminta agar menggunakan ekonomi kata (kata-kata yang ringkas tapi menarik perhatian) serta kalimat-kalimat pada alinea pertama yang sudah harus bisa merampas perhatian pembaca. Pujian langsung diperoleh pada alinea ketiga. Kritik masih ada. Dari Mas Andreas dan peserta-peserta yang lain.
Baca entri selengkapnya »
Permalink
Juli 8, 2008 pada 11:05 am
· Disimpan dalam BAHASA HATIKU
Dua hari sudah saya mengikuti pelatihan menulis di Panyingkul. Pada hari pertama kemarin kami seluruh peserta diberi PR menulis deskripsi. Instruktur kami, Andreas Harsono mengatakan tidak harus dikerjakan apabila kami sedang sibuk. Tapi bagi saya penting untuk mengerjakan tugas ini. Baik atau buruk, saya harus mulai latihannya.
Hasilnya? Jadilah tulisan sepanjang satu halaman dengan 450-an kata (PR ini bersyarat di mana tulisan tidak boleh lemelebihi 500 kata). Anda pikir mudah menyelesaikan sebuah cerita dengan target kata-kata seperti ini? Fhew, susah bo !
Baca entri selengkapnya »
Permalink
Juni 25, 2008 pada 4:35 am
· Disimpan dalam BAHASA HATIKU
Agaknya awal Juli nanti akan menjadi hari-hari istimewa. Bagaimana tidak, kira-kira tujuh hari di awal Juli itu saya bakal cuti dari kantor.
Baca entri selengkapnya »
Permalink
Juni 24, 2008 pada 8:09 am
· Disimpan dalam BAHASA HATIKU
Hari Minggu, 22 Juni 2008 kemarin, saya bersama Ali, adik saya yang satu-satunya itu, menghadiri perayaan Waisak Puja yang diadakan oleh gabungan vihara-vihara kota Makassar, Bone dan Parepare.
Acara dibuka dengan tari Tongkonan dari Tana Toraja yang sangat meriah. Undangan yang hadir cukup banyak. Seluruh tempat duduk di Balai Prajurit M. Jusuf nyaris penuh~sampai di atas balkon. Di antara para tamu yang hadir tampak Wakil Gubernur Sulsel Bapak Agus Arifin Nu’mang dan Calon Walikota Makassar Arwan Tjahjadi. Di samping itu tampak pula sejumlah tokoh pemuka agama Budha Makassar. Puncak acara adalah ceramah dari Bhikku YM. Pannavaro Mahathera ( baca: Pannyawaro Mahathera). Dan acara ditutup dengan drama Raja Asoka.
Baca entri selengkapnya »
Permalink
Juni 19, 2008 pada 10:29 am
· Disimpan dalam FIKSI
perasaanmu telah kacau / sendirian menangis hingga fajar menyingsing / kau tak tahu dan tak bisa berkata apa-apa / tentang mencintai orang tersebut /kau pun tahu bahwa perasaan itu tak dapat dipaksakan
Baca entri selengkapnya »
Permalink
Juni 16, 2008 pada 9:50 am
· Disimpan dalam FIKSI
Setiap malam aku mengingatmu….
Mata tempat tangisan tanpa henti ini
Telah melihat banyak bintang-bintang berjatuhan
Di atas dunia ini terdapat begitu banyak
Roh-roh pasangan yang saling mencintai
Tetapi mengapa justru aku
Yang menjadi kekasih tak bahagia?
From : The Unhappiyness Lover – Meng Thing Wei.
Permalink
« Tulisan Lebih Baru ·
Tulisan yang Lebih Tua »